close
Banner iklan disini

Minggu, 06 Maret 2016

Makalah Pengantar Manajemen



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Manajemen
Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda tentang batasan manajemen, karena itu tidak mudah memberi arti universal yang dapat diterima semua orang. Namun demikian, dari pikiran-pikiran ahli tentang defenisi manajemen kebanyakan menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses mendayagunakan orang dan sumber lainnyauntuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien.
Dalam praktiknya, melakukan manajerial dapat menggunakan kemampuan atau keahlian dengan mengikuti suatu alur/prosedur keilmuan secara ilmiah dan ada juga karena berdasarkan pengalaman dengan lebih menonjolkan kekhasan atau gaya manajer dalam mendayagunakan kemepuan orang lain.[1] Dengan demikian terdapat tiga fokus untuk mengartikan manajemen yaitu:
1.    Manajemen sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi bekal manajemen sebagai suatu profesi. Manajemen sebagai suatu ilmu menekankan perhatian pada keterampilan dan kemampuan manajerial yang diklasifikasikan menjadi kemampuan/keterampilan teknikal, manusiawi dan konseptual.
2.    Manajemen sebagai proses yaitu dengan menentukan langkah yang sistematis dan terpadu sebagai aktivitas manajemen.
3.    Manajemen sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya seseorang dalam menggunakan atau memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
Istilah manajemen lebih banyak digunakan pada literatur keluaran pemikir Inggris, sedangkan dari literatur pemikir-pemikir bangsa Amerika lebih dikenal dengan istilah administrasi. Berikut ini merupakan defenisi manajemen dari beberapa ahli:
1.    Herse dan Blanchard (1988:144): Merupakan suatu proses bagaimana pencapaian sasaran organisasi melalui kepemimpinan.
2.    Stoner (1992:8): Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
3.    Robbins dan Coultar (1996:6): Manajemen sebagai suatu proses untuk membuat aktivitas terselesaikan secara efesien dan efektif dengan dan melelui orang lain.
4.    Sudjana (2000:77): Manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan wajar yang dilakukan seseorang berdasarkan norma-norma yang telah ditetapkan dan dalam pelaksanaannya memiliki hubungan dan saling keterkaitan dengan lainnya. Hal tersebut dilaksanakan oleh orang atau beberapa orang yang ada dalam organisasi dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Dengan demikian manajemen merupakan suatu proses yang kontinue yang bermuatan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mengkoordinasi dan menggunakan segala sumber untuk mencapai tujuan organisasi secara produktif, efektif, dan efesien.

B.  Pengertian Manajemen Pendidikan
Secara sederhana manajemen pendidikan adalah suatu lapangan dari studi dan praktik yang terkait dengan organisasi pendidikan. Manajemen pendidikan merupakan proses manajemen dalam pelaksanaan tugas pendidikann dengan mendayagunakan segala sumber secara efesien untuk mencapai tujuan secara efektif. Namun demikian untuk mendapatkan pengertian yang lebih komprehensif, diperlukan pemahaman tentang pengertian, proses, dan substansi pendidikan.
   Manajemen pendidikan dapat di definisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber pendidikan untukmewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secra akif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Manajemen pendidikan dapat pula di definisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Manajemen pendidikan dapat pula didefinisikan sebagai proses perencanaa, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
C.  Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan
Tujuan dan manfaat manajemen pendidikan antara lain:
1.    Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
2.    Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
3.    Terpenuhinya salah satu dari empat kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan.
4.    Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
5.    Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
6.    Teratasinya masalah mutu pendidikan, karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya.
7.    Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel.
8.    Meningkatkan citra positif pendidikan.

Perlunya dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usah terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat, dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif, dan efisien.
1.    Produktivitas adalah perbandingan terbaik antara hasilyang diperoleh (output)dengan jumlah sumber yang diperlukan (input). Produktivitas dapat dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas. Kuantitas output berapa jumlah tamatan dan kuantitas input berupa jumlah tenaga kerja dan sumber daya selebihnya. (Uang, peralatan, perlengkapan, bahan, dan sebagainya). Produktitas dalam ukuran kualitas tidakdapat diukur dengan uang, produktivitas ini digambarkan dari ketetapan menggunakan metode atau cara kerja dan cara dan alat yang tersedia sehingga volume dan beban kerja dapat diselesaikan sesuaidengan waktu yang tersedia dan mendapat respon positif dan bahkan pujian dari orang lain atas hasil kerjanya. Kajian terhadap produktivitas secara lebih komprehensif adalah keluaran yang banyak dan bermutu dari tiap-tiap fungsi atau peranan penyelenggaraan pendidikan.
2.    Kualitas menunjukan kepada suatu ukuran penilaian atau pengahargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang dan atau jasa tertentu berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan atau kinerjanya.[2] Jasa / pelayanan atau produk tersebut harus menyamai atau melebihi kebutuhan atau harapan pelanggannya. Dengan demikian mutu adalah jasa / produk yang menyamai bahkan melebihi harapan pelanggan sehingga pelanggan mendapat kepuasan.
3.    Efektivitas adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi. Keefektifan adalah derajat dimana organisasi mencapai tujuannya.[3] Efektivitas institusi pendidikan terdiri dari dimensi manajemen dan kepemimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan personil lainnya, siswa, kurikulum, sarana prasarana, pengelolaan kelas, hubungan sekolah dan masyarakatnya, pengelolaan bidang khusus lainnya hasil nyatanya merujuk kepada hasil yang diharapkan bahkan menunjukkan kedekatan / kemiripan antara hasil nyata dengan hasil yang diharapkan. Efektifitas dapat juga ditelaah dari masukkan yang merata, keluaran yang banyak dan bermutu tinggi, ilmu dan keluaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun, serta pendapatan tamatan yang memadai.[4]
4.    Efisiensi berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul sementara efektivitas adalah menyangkut tujuan atau efektivitas adalah perbandingan antara rencana dengan tujuan yang dicapai, efisiensi lebih ditekankan pada perbandingan antara input / sumber daya dengan output. Suatu kegiatan dikatakan efisien bila tujuan dapat dicapai secara optimal dengan penggunaan atau pemakaian sumber daya yang minimal. Efisiensi pendidikan adalah bagaimana tujuan itu dicapai dengan memiliki tingkat efisiensi waktu, biaya, tenaga, dan sarana.

D.    Pandangan Terhadap Manajemen Pendidikan
Untuk mengkaji lebih dalam tentang manajemen khususnya manajemen pendidikan, perlu disampaikan pandangan tentang manajemen khususnya manajemen pendidikan:
1.    Manajemen sebagai suatu sistem
Manajemen dipandang sebagai suatu kerangka kerja yang terdiri dari berbagai  bagian yang saling berhubungan yang diarahkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
2.    Manajemen sebagai suatu proses
Manajemen sebagai rangkaian tahapan kegiatan yang diarahkan pada pencapaian tujuan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Manajemen sebagai suatu proses dapat dipelajari dari fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan oleh manajer.
3.    Manajemen sebagai proses pemecahan masalah
Proses manajemen dalam prakteknya dapat dikaji dari proses pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh semua bagian / komponen yang ada dalam organisasi. Secara konkrit dalam organisasi pelayanan pendidikan, seperti yang dilakukan di dinas pendidikan yaitu, identifikasi masalah , perumusan masalah, dilanjutkan dengan langkah-langkah pemecahan masalah. Melalui tahapan tersebut diharapkan tercapai hasil kegiatan secara efektif dan efisien. Dari beberapa pandangan di atas, dapat disimpulkan ada dua alasan mendasar, mengapa manajemen perencanaan pendidikan diperlukan, yaitu:
a.    Untuk mencapai ketuntasan wajib belajar 9 tahun, manajemen pendidikan dibutuhkan sebagai kerangka kerjasama untuk mencapai tujuan yaitu ketercapaian APK sebesar 95% dan juga tujuan institusi pendidikan itu sendiri.
b.    Untuk mensukseskan ketuntasan wajib belajar 9 tahun, manajemen pendidikan diperlukan sebagai proses pemecahan masalah yang dihadapi dalam upaya pencapaian tujuan.
















DAFTAR PUSTAKA
Husaini Usman, 2006, Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.
Engkoswara dan Aan Komariah, 2012, Administrasi Pendidikan, Bandung: Alfabeta.


[1] Engkoswara dan Aan Komariah, Administrasi Pendidikan, Alfabeta, Bandung  2012. Hal.85
[2]  Pfeffer end Coote, 1991. Administrasi Pendidikan,  Alfabeta, Bandung. 2012. Hal. 89
[3]  Etzioni, Ibid... Hal. 89
[4]  Engkoswara, Ibid... Hal. 90

Tidak ada komentar:

Posting Komentar