BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Manajemen
Setiap
ahli memberi pandangan yang berbeda tentang batasan manajemen, karena itu tidak
mudah memberi arti universal yang dapat diterima semua orang. Namun demikian,
dari pikiran-pikiran ahli tentang defenisi manajemen kebanyakan menyatakan
bahwa manajemen merupakan suatu proses mendayagunakan orang dan sumber
lainnyauntuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien.
Dalam
praktiknya, melakukan manajerial dapat menggunakan kemampuan atau keahlian
dengan mengikuti suatu alur/prosedur keilmuan secara ilmiah dan ada juga karena
berdasarkan pengalaman dengan lebih menonjolkan kekhasan atau gaya manajer
dalam mendayagunakan kemepuan orang lain.[1]
Dengan demikian terdapat tiga fokus untuk mengartikan manajemen yaitu:
1.
Manajemen
sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi bekal manajemen
sebagai suatu profesi. Manajemen sebagai suatu ilmu menekankan perhatian pada
keterampilan dan kemampuan manajerial yang diklasifikasikan menjadi
kemampuan/keterampilan teknikal, manusiawi dan konseptual.
2.
Manajemen
sebagai proses yaitu dengan menentukan langkah yang sistematis dan terpadu
sebagai aktivitas manajemen.
3.
Manajemen
sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya seseorang dalam menggunakan atau
memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
Istilah
manajemen lebih banyak digunakan pada literatur keluaran pemikir Inggris,
sedangkan dari literatur pemikir-pemikir bangsa Amerika lebih dikenal dengan
istilah administrasi. Berikut ini merupakan defenisi manajemen dari beberapa
ahli:
1.
Herse dan
Blanchard (1988:144): Merupakan suatu proses bagaimana pencapaian sasaran
organisasi melalui kepemimpinan.
2.
Stoner
(1992:8): Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya
organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
3.
Robbins dan
Coultar (1996:6): Manajemen sebagai suatu proses untuk membuat aktivitas
terselesaikan secara efesien dan efektif dengan dan melelui orang lain.
4.
Sudjana
(2000:77): Manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan wajar yang dilakukan
seseorang berdasarkan norma-norma yang telah ditetapkan dan dalam
pelaksanaannya memiliki hubungan dan saling keterkaitan dengan lainnya. Hal
tersebut dilaksanakan oleh orang atau beberapa orang yang ada dalam organisasi
dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Dengan
demikian manajemen merupakan suatu proses yang kontinue yang bermuatan
kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan
suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui
orang lain dalam mengkoordinasi dan menggunakan segala sumber untuk mencapai
tujuan organisasi secara produktif, efektif, dan efesien.
B.
Pengertian
Manajemen Pendidikan
Secara
sederhana manajemen pendidikan adalah suatu lapangan dari studi dan praktik
yang terkait dengan organisasi pendidikan. Manajemen pendidikan merupakan
proses manajemen dalam pelaksanaan tugas pendidikann dengan mendayagunakan
segala sumber secara efesien untuk mencapai tujuan secara efektif. Namun
demikian untuk mendapatkan pengertian yang lebih komprehensif, diperlukan
pemahaman tentang pengertian, proses, dan substansi pendidikan.
Manajemen
pendidikan dapat di definisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber
pendidikan untukmewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secra akif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Manajemen
pendidikan dapat pula di definisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber
daya pendidikan mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Manajemen
pendidikan dapat pula didefinisikan sebagai proses perencanaa,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk
mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
C.
Tujuan dan
Manfaat Manajemen Pendidikan
Tujuan
dan manfaat manajemen pendidikan antara lain:
1.
Terwujudnya
suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif,
dan menyenangkan.
2.
Terciptanya
peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
3.
Terpenuhinya
salah satu dari empat kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan.
4.
Tercapainya
tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
5.
Terbekalinya
tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi
pendidikan.
6.
Teratasinya
masalah mutu pendidikan, karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya.
7.
Terciptanya
perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel.
8.
Meningkatkan
citra positif pendidikan.
Perlunya
dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usah terencana secara sistematis dan
dapat dievaluasi secara benar, akurat, dan lengkap sehingga mencapai tujuan
secara produktif, berkualitas, efektif, dan efisien.
1.
Produktivitas adalah perbandingan terbaik antara hasilyang diperoleh
(output)dengan jumlah sumber yang diperlukan (input). Produktivitas dapat
dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas. Kuantitas output berapa jumlah
tamatan dan kuantitas input berupa jumlah tenaga kerja dan sumber daya
selebihnya. (Uang, peralatan, perlengkapan, bahan, dan sebagainya). Produktitas
dalam ukuran kualitas tidakdapat diukur dengan uang, produktivitas ini
digambarkan dari ketetapan menggunakan metode atau cara kerja dan cara dan alat
yang tersedia sehingga volume dan beban kerja dapat diselesaikan sesuaidengan
waktu yang tersedia dan mendapat respon positif dan bahkan pujian dari orang
lain atas hasil kerjanya. Kajian terhadap produktivitas secara lebih
komprehensif adalah keluaran yang banyak dan bermutu dari tiap-tiap fungsi atau
peranan penyelenggaraan pendidikan.
2.
Kualitas menunjukan kepada suatu ukuran penilaian atau pengahargaan yang
diberikan atau dikenakan kepada barang dan atau jasa tertentu berdasarkan
pertimbangan objektif atas bobot dan atau kinerjanya.[2] Jasa
/ pelayanan atau produk tersebut harus menyamai atau melebihi kebutuhan atau
harapan pelanggannya. Dengan demikian mutu adalah jasa / produk yang menyamai
bahkan melebihi harapan pelanggan sehingga pelanggan mendapat kepuasan.
3.
Efektivitas adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi. Keefektifan adalah
derajat dimana organisasi mencapai tujuannya.[3]
Efektivitas institusi pendidikan terdiri dari dimensi manajemen dan
kepemimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan personil lainnya, siswa,
kurikulum, sarana prasarana, pengelolaan kelas, hubungan sekolah dan
masyarakatnya, pengelolaan bidang khusus lainnya hasil nyatanya merujuk kepada
hasil yang diharapkan bahkan menunjukkan kedekatan / kemiripan antara hasil
nyata dengan hasil yang diharapkan. Efektifitas dapat juga ditelaah dari
masukkan yang merata, keluaran yang banyak dan bermutu tinggi, ilmu dan
keluaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun, serta
pendapatan tamatan yang memadai.[4]
4.
Efisiensi berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul sementara
efektivitas adalah menyangkut tujuan atau efektivitas adalah perbandingan
antara rencana dengan tujuan yang dicapai, efisiensi lebih ditekankan pada
perbandingan antara input / sumber daya dengan output. Suatu kegiatan dikatakan
efisien bila tujuan dapat dicapai secara optimal dengan penggunaan atau
pemakaian sumber daya yang minimal. Efisiensi pendidikan adalah bagaimana
tujuan itu dicapai dengan memiliki tingkat efisiensi waktu, biaya, tenaga, dan
sarana.
D.
Pandangan
Terhadap Manajemen Pendidikan
Untuk mengkaji lebih dalam tentang manajemen khususnya manajemen pendidikan,
perlu disampaikan pandangan tentang manajemen khususnya manajemen pendidikan:
1.
Manajemen
sebagai suatu sistem
Manajemen
dipandang sebagai suatu kerangka kerja yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan yang diarahkan
dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
2.
Manajemen
sebagai suatu proses
Manajemen
sebagai rangkaian tahapan kegiatan yang diarahkan pada pencapaian tujuan dengan
memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Manajemen sebagai suatu proses dapat
dipelajari dari fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan oleh manajer.
3.
Manajemen
sebagai proses pemecahan masalah
Proses manajemen dalam prakteknya dapat dikaji dari proses
pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh semua bagian / komponen yang ada dalam
organisasi. Secara konkrit dalam organisasi pelayanan pendidikan, seperti yang
dilakukan di dinas pendidikan yaitu, identifikasi masalah , perumusan masalah,
dilanjutkan dengan langkah-langkah pemecahan masalah. Melalui tahapan tersebut
diharapkan tercapai hasil kegiatan secara efektif dan efisien. Dari beberapa
pandangan di atas, dapat disimpulkan ada dua alasan mendasar, mengapa manajemen
perencanaan pendidikan diperlukan, yaitu:
a.
Untuk mencapai
ketuntasan wajib belajar 9 tahun, manajemen pendidikan dibutuhkan sebagai
kerangka kerjasama untuk mencapai tujuan yaitu ketercapaian APK sebesar 95% dan
juga tujuan institusi pendidikan itu sendiri.
b.
Untuk
mensukseskan ketuntasan wajib belajar 9 tahun, manajemen pendidikan diperlukan
sebagai proses pemecahan masalah yang dihadapi dalam upaya pencapaian tujuan.
DAFTAR PUSTAKA
Husaini Usman,
2006, Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Jakarta: Bumi
Aksara.
Engkoswara dan
Aan Komariah, 2012, Administrasi Pendidikan, Bandung: Alfabeta.







