-Bismillah Review Kajian Ustadz Felix Siauw Series Menikah Karna Allah - Khitbah Ta'aruf bukan Pacaran-
Part kajian kali ini bikin aku salfok, aku malah terfokus ke hubungan Ayah dengan anak perempuannya :')
Orangtua terkhusus Ayah kalau ditanya sayang pada anak yang mana? Biasanya jawabannya standar sayang semuanya. Tetapi taukah kita bahwa seorang ayah punya perhatian yang ekstra pada anak perempuannya, kenapa? Karna laki-laki punya jiwa perlindungan pada perempuan "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka" (Q.S. An-Nisa:34), maka seorang ayah itu menyayangi anak perempuannya 1 level khusus yang tidak dimiliki anak laki-laki.
Apa yang dipikirkan para ayah ketika ingin menikahkan anak perempuannya? Bagaimana perasaannya?
Ketika anak lahir 👧🏻
-Para ayah melihat dan menemani proses kelahirannya, mengazani telinganya, ketika anaknya tidak tidur ayah pun tidak tidur semalaman dan dia tidak merasa terepotkan.
-Ketika anak menangis dia ditemani dan dihibur
-Ketika mulai besar lagi diberi makan yang terbaik bahkan seandainya ayah harus tidak makan demi anaknya kenyang pun akan dilakukan.
-Diberikan makanan terbaik, pengurusan terbaik, pengawasan terbaik, pendidikan yang terbaik, dilindungi dia, dipenuhi segala kebutuhannya diajak jalan-jalan kemanapun, bener-bener disayang karna apa??? Karna memang seorang ayah harusnya begitu kepada anak perempuannya.
Jangan heran ketika anak perempuannya mulai dewasa ayah lebih over menanyakan jalan bersama siapa? apa ada yang mengganggu? Dan seorang ayah siap melindungi anaknya.
Itu menunjukkan seorang ayah akan ada kapanpun, dimanapun, entah bagaimanapun keadaanya anaknya, sedewasa apapun mereka dapat mencapai apapun mereka dalam kehidupan, ketika anaknya memerlukan ayahnya, ayahnya akan selalu ada.
Pada suatu titik bahwa ayah sudah memberikan segala yang terbaik dan mengorbankan segalanya, kebayang gak sih? dan pada titik lain dikehidupan dia, dia harus menjabat tangan seorang anak laki-laki yang dia tidak kenal 100% yang mungkin juga anaknya baru kenal dan seorang ayah harus menyerahkan anak perempuannya yang sudah dia urus seumur hidupnya.
Dan yang berkecamuk di dalam pikiran dan benak seorang ayah:
-Apakah anak laki" ini bisa menjaga anak perempuan saya seperti saya menjaganya, tidak menyakiti dan main tangan kepada anak saya? Tidak membuat menangis dan menjaga anak saya sebagaimana saya sudah menjaganya.
-Apakah dia mengusahakan yg terbaik bagi anak saya? dan sekali lagi mampu tidak anak ini berbuat minimal seperti saya atau bisa lebih baik dari saya? Itulah yg berkecamuk didalam pikiran dan benak para ayah ketika akan menikahkan anaknya.
Setelah kita tau tentang pengorbanan dan perasaan seorang ayah, apakah adil seorang ayah yg sudah membesarkan anak perempuannya seperti itu lalu tiba-tiba ketika dia dewasa anda pacari dan anda rusak? tanpa izin ayahnya, ayahnya tidak tau apapun, adil gak sih? Bayangkan ketika anda mempunyai anak perempuan anak anda diperlakukan seperti itu? Untuk itu Maha Suci Allah yg telah mengatur syariat Khitbah dan Ta'aruf yang harus sepengetahuan orangtua.
Dan itulah tugas terberat seorang ayah dalam fase kehidupannya, menyerahkan sebagian hidupnya, menyerahkan sesuatu yg sudah diberikan yg terbaik dalam hidup kepada seorang laki-laki yg dia tidak ngerti bahkan tidak tau apakah orang itu mampu berbuat baik atau tidak kepada anaknya minimal seperti yg dia lakukan.
Ibarat memelihara Kupu-kupu, dijaga dan diurus dari mulai Telur - Ulat - Kepompong - Hingga menjadi Kupu-Kupu yang Indah dan Cantik yang mampu mengepakkan sayapnya untuk terbang lalu setelah itu Kupu-kupu pun harus diserahkan kepada orang yang baru dia kenal~
Jadi intinya mengapa khitbah dan ta'aruf harus sepengetahuan orangtuanya? karna wanita ketika menikah harus mempunyai wali, wali adalah rukun pernikahan tidak sah bagi perempuan yg menikah tanpa wali dan karna orangtua sudah menjaga anaknya sampai dititik itu, dan anda bukan orang dalam anda hanya orang asing yang baru masuk dalam kehidupan anaknya yang harusnya punya "Etika".








