close
Banner iklan disini

Rabu, 27 April 2016

Perangkat Untuk Mengajar Efektif - John W. Santrock

Cara Mengajar Yang Efektif
“Karena Mengajar adalah hal yang kompleks dan karena murid-murid itu bervariasi, maka tidak ada cara tunggal untuk mengajar yang efektif untuk semua hal (Diaz,1997)”. Guru harus menguasai beragam perspektif dan strategi, dan harus bisa mengaplikasikannya secara fleksibel, hal ini membutuhkan dua hal yaitu pengetahuan dan keahlian profesional dan komitmen dan motivasi.[1]
A.  Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik. Guru yang efektif memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran, dan manajemen kelas. Mereka tahu bagaiaman memotivasi, berkomunikasi, dan berhubungan secara efektif dengan murid-murid dari beragam latar belakang cultural. Mereka juga memahami cara menggunakan teknologi yang tepat guna di dalam kelas.
1.    Penguasaan Materi Pelajaran
Guru yang efektif harus berpengetahuan, fleksibel, dan memahami materi. Pengetahuan subjek materi bukan hanya mencakup fakta, istilah, dan konsep umum. Tetapi juga pengetahuan tentang dasar-dasar pengorganisasian materi, mengkaitkan berbagai gagasan, cara berfikir dan beragumen, pola perubahan dalam satu mata pelajaran, kepercayaan tentang mata pelajaran, dan kemampuan untuk mengkaitkan satu gagasan dari suatu disiplin ilmu ke disiplin ilmu lainnya.
2.    Strategi Pengajaran
Prinsip kontruktivisme adalah inti dari filsafat pendidikan William James dan John Dewey. Kontruktivisme menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahaman. Guru bukan sekedar member informasi ke pikiran anak, akan tetapi guru harus mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan , merenung dan berpikir secara kritis (Brooks & Brooks, 2001).
Dewasa ini, kontruktivisme juga menekankan pada kolaborasi anak-anak saling bekerjasama untuk mengetahui dan memahami pelajaran (Gauvain, 2001). Seorang guru yang menganut filosofi kontruktivis tidak akan meminta anak sekedar menghafal informasi, tetapi juga memberikan mereka peluang untuk membangun pengetahuan dan pemahaman materi pelajaran.
3.    Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional
Guru yang efektif tidak sekedar mengajar dikelas, mereka harus menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan itu (Pintrich & Schunk, 2002). Mereka juga harus menyusun kriteria tertentu agar sukses. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk menyusun rencana instruksional, mengorganisasikan pelajaran agar murid meraih hasil maksimal dari kegiatan belajarnya. Dalam menyusun rencana guru memikirkan tentang cara agar pelajaran bisa menantang sekaligus menarik.
4.    Keahlian Manajemen Kelas
Guru yang efektif adalah mampu menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas. Dan juga mampu membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif. Agar lingkungan optimal guru perlu meninjau ulang strategi penataan dan prosedur pengajaran, pengorganisasian kelompok, monitoring, dan mengaktifkan kelas, serta menagani tindakan murid yang mengganggu kelas.
5.    Keahlian Memotivasi
Guru yang efektif punya strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar (Boekaerts, Pintrich & Zeidner, 2000; Stipek, 2002). Motivasi ini paling baik didorong dengan memberi kesempatan murid untuk belajar di dunia nyata agar setiap murid berkesempatan menemui sesuatu yang baru dan sulit (Brophy, 1998). Guru yang efektif tahu bahwa murid akan termotivasi saat mereka bisa memilih sesuatu yang sesuai dengan minatnya. Guru yang baik akan mmeberi kesempatan muridnya untuk berpikir kreatif dan mendalam untuk proyek mereka sendiri (Runco, 1999).




[1] John W. Santrock, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, hal 7.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar