close
Banner iklan disini

Minggu, 09 April 2017

KAPAN PERTAMA KALI MENGENAL ALLAH???

KONSEP FITRAH & PERTAMA KALI KITA MENGENAL ALLAH
Sebelum mengetahui kapan pertama kali kita mengenal Allah, adabaiknya kita mengetahui terlebih dahulu konsep Fitrah Manusia dalam Islam karena keduanya saling berkaitan. Secara etimologi, fitrah berasal dari istilah bahasa Arab “fathara” yang bersinonim dengan istilah “khalaqa” dan “ansyaa” yang memiliki arti mencipta. Secara umum, para pemikir muslim cenderung memaknai fitrah sebagai potensi manusia untuk beragama tauhid. Al-Jarkasyi memaknai fitrah sevagai iman bawaan yang telah diberikan Allah sejak manusia masih berada dalam rahim. Sedangkan menurut Muhammad bin Asyur, sebagaimana dikutip Quraisy Shihab mendefinisikan fitrah sebagai bentuk lain dari sistem yang diwujudkan Allah pada setiap makhluk, sedangkan fitrah yang berkaitan dengan manusia adalah apa yang diciptakan Allah pada manusia yang berkaitan dengan kemampuan akal dan jasmaninya. Dari kedua makna fitrah tersebut maka saya memahami makna fitrah sebagai potensi jasmaniyah dan akal yang telah Allah titipkan kepada manusia sebagai bakal untuk melaksanakan seluruh amanah yang dibebankan didunia, tugas kita sebagai manusia adalah menjaga fitrah tersebut agar tetap pada jalan yang dikehendaki-Nya serta mengembangkan seluruh potensi yang ada seoptimal mungkin.
Berbicara tentang fitrah manusia, pada dasarnya tidak lepas dari konsep tentang asal mula kejadian manusia itu sendiri. Mengetahui asal kejadian adalah hal yang sangat penting bagi manusia, karena dengan mengetahui asal kejadian diri sendiri merupakan titik tolak dalam menetapkan pandangan hidup. Manusia yang tidak memahami asal kejadiannya akan mengalami kesulitan dalam menentukan pandangan hidupnya.
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud r.a beliau berkata, “sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya diperut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari, kemudian diutus kepadanya Malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelekaan atau kebahagiannya…...” (H.R Bukhori & Muslim) / ( Hadits Arbain No.4).
1.    40 hari pertama berupa pancaran spermatozoa dengan ovum bertemu
2.    40 hari kedua berbentuk ‘Alaqah yang menempel di dinding rahim
3.    40 hari ketiga berbentuk mudghah

Dan saat kandungan berusia 4 bulan inilah Allah mengutus Malaikat untuk meniupkan ruh, dan pada saat ruh masuk diperkenalkanlah kita dengan pemilik ruh yaitu Allah SWT.
"....... alastu birabbikum qaaluu balaa syahidnaa......." [QS Al A’raaf 7:172] 
Apakah kalian berkomitmen siap menjadikan Aku sebagai Tuhanmu? lalu dijawab tentu saja kami bersyahadat. Untuk itu seluruh bayi yang terlahir dari perut ibunya yang muslimah atau non muslim, yang lahir itu fitrah sudah bersyahadat dan sudah mengenal Allah. Namun sayang kata Nabi Muhammad orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani, atau majusi.
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah telah bersabda “Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai yahudi, nasrani, atau majusi….” (H.R. Al- Imam Al-Bukhari dalam Kitabul Jana’iz No.1358,1359, 1358).
            Mengutip pernyataan Ustad Adi Hidayat, Lc beliau mengatakan bahwa tidak hanya orangtua saya yang bisa mempengaruhi tetapi lingkungan sekitarnya jugalah, karena ada bayi yang terlahir sudah tidak memiliki ayah dan ibunya meninggal saat melahirkannya sehingga harus diasuh oleh keluarga atau orang lain. Lingkungan sekitarnyalah yang membuat dia jauh dari Allah. Yang tadinya terbuka kenal Allah jadi tertutup dan puncaknya saat dia disekolahkan di sekolah yang menjauhkan dia dari Allah. Tidak pernah belajar sholat, tidak pernah membaca Al-Qur’an, tidak pernah mendengar kalimat Tauhid. Sehingga ketika mendengar adzan telinganya seolah-olah tertutup tidak tersentuh, mata terhalang ketika melihat orang sholat. Lingkunganlah yang sangat mempengaruhi baik buruknya seseorang.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar